Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Menikmati Hidup Dengan Ngopi Kopi Masing-Masing


Oleh : Kang Oup 

Ada yang suka kopi hitam seperti saya, ada yang suka kopi susu, ada yang suka kopi jahe, ada yang white kopi, ada yang coffemix, ada yang good day, ada yang kopi ABC, ada yang kopi TOP kopi dan lain sebagainya.

Komunikatif
  1. Sampeyan kang jenenge sopo? Seneng kopi ga? Nek ra seneng senenge ngombe opo? 
  2. Sampeyan kang jenenge sopo? Seneng kopi ga? Nek ra seneng senenge ngombe opo? 
  3. Terus mba-mbae ana sing seneng kopi ora? Nek iyo ta traktiro......... hahahhaha.
Nyruput kopi...... srupuuuuuuuuuuuuuuut…..

Yang menjadi masalah adalah ketika kita suka ngurusin kopi orang lain. Seumpama saya misalnya yang suka kopi item ketemu sama orang yang suka kopi susu kemudian bilang,

Aku    : “ Wah kang, kopimu kuwi ga enak, enak kopiku iki loh asli kopi. Oponeh nek dilayani udud Wismilak iki” (Nyulet udud…..).

Nek wes timbul ngenyek-mengenyek sing ta nyek mau ra gelem kalah.
 
Tole    : “Asu ya kowen ngomong kopine nyong ra enak , kopimu kui sing ra enak pahit, dancuk raimu” (Ekpresi jengkel…).

Sing ta nyek mau jengkel, nah akune karan di asu-asuni lan kopiku jare ra enak juga ya aku milu jengkel njur dadine gara-gara kopi dadi tukaran, dadi gelut. Nah nek wes ngene sing salah sapa???

Bukankah kalau minum kopi itu enaknya??? iki kopiku aku ngunjuk kopiku, iki kopimu. (sambil ngunjuk kopi). Sumonggo sareng-sareng ngunjuk kopine piyambak-piyambak. Aku ya dadi nikmat iso nikmati kopiku dewe, sampeyan ya iso nikmat. Walau kopine bedo tapi tetep iso jagongan bareng.

Dalam hidup beragama maupun bernegara konsep kopi juga harus kita pakai. Aku islam, sampeyan kristen misal, sampeyan hindu misal. Aku Pemalang lah, sampeyan Pekalongan lah, sampeyan kudus lah. Monggo ayo belajar nikmati kopine dewe-dewe tanpa saling menghina. Nah iki loh sing jenenge "Rohmatan lil ‘Aalamin". Walau bendera berbeda tapi tetep guyub rukun.
 
Sing seneng maulidan ya monggo ampun ngenyek-ngenyek sing mboten seneng. Sing mboten seneng ya ampun ugi ngenyek-ngenyek. Seumpama ana sing ngenyek dewe kerono senenge maulidan alesane jare sesatlah, bid’ah lah. Kalau kita kemudian ngenyek mereka juga dengan mengatakan yang sesat itu mereka, lalu apa bedanya kita dengan mereka???

Akhirul kalam Al Hujurot, (13).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣


Artinya :
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS : Al Hujurat : 13)

Wallahu a’alam bimuroodih.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta