Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Dzikir Kebangsaan "Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan" bukti Umat Islam peduli keutuhan Nusantara

Sumber gambar: http://presidenri.go.id

Zaman yang semakin memprihatinkan dan kian luntur rasa saling menghargai antar sesama saat ini, ditambah dengan semakin susahnya menghindarkan dan mencegah berita-berita hoax saat ini membuat kita sebagai warga Indonesia semakin khawatir dan prihatin.

Atas dasar kegelisahan para ulama moderat dalam melihat situasi negara ini yang semakin memprihatinkan, akhirnya terselenggaralah event dimana diharapkan event tersebut dapat mendorong spirit keagamaan dan kebangsaan masyarakat Indonesia.

Dzikir Kemerdekaan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan di halaman Istana Merdeka Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (1/8) malam, menjadi bukti umat Islam peduli dan memikirkan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Seperti disampaikan dalam doa Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair (Mbah Moen).

Hal tersebut dikatakan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin kepada NU Online usai penutupan dzikir. “Tadi dikatakan Mbah Moen dalam doa beliau, semoga bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa,” ujarnya.

















Kurang lebih 200 ulama sepuh datang menghadiri kegiatan dzikir kebangsaan ini. Ulama sepuh yang hadir di antaranya, yaitu KH Maimun Zubari selaku sesepuh NU, KH Anwar Mansur dari Jawa Timur, Habib Luthfi dari Jawa Tengah, KH Miftahul Ahyar sebagai Wakil Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU dan masih banyak lagi. Selain itu ribuan jamaahpun antusias memenuhi hampir disetiap tempat di Istana Merdeka.

Semoga dengan adanya kegiatan tersebut apa yang menjadi hajat negeri ini bisa terwujud kedepannya, menjadi negara maju yang aman dan kondusif. Begitu pula dengan umat islam di Indonesia yang memenuhi mayoritas negeri ini dapat bersatu, bukan malah terpecah belah karena ajaran yang menyimpang.

Mensykuri pemberian kemerdekaan kepada Allah SWT dengan menghargai para pahlawan dan pejuang yang telah gugur menjadi sejarah. Seperti itulah harusnya kita membuktikan bahwa Umat Islam peduli keutuhan Negeri ini. Semoga kegiatan Dzikir Kebangsaan tersebut bisa terlaksana kembali sebagai wujud kita peduli kepada negeri, kepada tanah air kita yang besar ini ditahun depan. aminnn,
Salam Cinta Indonesia Cinta Sholawat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta