Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Mengawali Organisasi dengan Upgrading




Sabtu-Minggu (28-29/03/2015), UKM Rebana Modern telah melaksanakan Upgrading untuk yang pertama kalinya dalam kepengurusan periode 2015. Acara ini merupakan acara rutin yang diadakan setiap setahun sekali di awal kepengurusan. Tujuannya adalah untuk mengakrabkan antar pengurus dan kepada para MPR (Majelis Permusyawaratan Remo), agar tali silaturrahim tak putus setelah usai menjabat sebagai fungsionaris UKM Remo. Acara ini diadakan di Desa Candi Promasan, Gunung Ungaran.

(pemandangan tampak dari atas)

(pemandangan Gunung Ungaran)


Sabtu pagi, pukul 09.00 WIB. Dengan wajah penuh keceriaan, seluruh pengurus berangkat dengan mengendarai truk menuju tempat diadakannya Upgrading. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam, akhirnya sampai ditempat tujuan. Kemudian beristirahat sejenak untuk melaksanakan ibadah Sholat dhuhur dan makan siang. Setelah itu melanjutkan perjalan untuk menaklukkan puncak Desa Promasan yang harus ditempuh sekitar 2 jam dengan berjalan kaki. Bagi yang tak terbiasa berjalan, itu adalah waktu yang teramat lama.
Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, dan langkah-langkah berikutnya penuh dengan canda tawa. Ditambah dengan pemandangan alam sekitar yang begitu indah, di kanan kiri terhampar kebun teh yang teramat luas. Mengalahkan rasa lelah. Sesekali beristirahat untuk melepas lelah. Bagi mereka yang tak kuat berjalan, ada motor yang siap mengantar. “Jauh-jauh dari PGSD sampai sini muncak naik motor ? Ahh,, eman tho ya.” Ujar salah seorang peserta dari perwakilan UKM Remo cabang PGSD Ngaliyan. Nah itu, contoh yang patut ditiru. Tapi jangan menyamakan dengan kekuatan diri sendiri, karena kemampuan setiap orang berbeda beda.
(Naik truk)

(Perjalanan mendaki)



Sampailah di Puncak Promasan, kemudian para peserta melaksanakan Ishoma, sampai waktu Isya. Setelah itu acara pentas seni yang benar-benar tak bisa dilupakan. Mulai dari tertawa terbahak-bahak, suasana menegangkan dan haru pun ada disana. Bagaimana tidak, puisi 3 bahasa (Bahasa Indonesia,Jawa,Ngapak) yang dibawakan kelompok pertama yang tampil benar-benar membuat perut menjadi terkocok-kocok karena tak kuat menahan tawa, belum lagi dari kelompok selanjutnya yang membawakan puisi Remo, dimana dalam puisi tersebut ada beberapa nama dengan berbagai karakteristiknya, seperti, “Yogi: Mungil, sinih sama Om.” ; Nailul: dimanapun pantatmu berpijak, disitulah punggungmu tertidur.” ; Bagus: “kau seperti sabun colek.” ; Edo dan Ade: “Tubuh kalian seperti Tower”. Ada juga mementaskan puisi sebenar-benarnya puisi. Gayanya sudah seperti seorang puisi terkenal, tak ada bedanya. Ada juga yang nembanhg jawa dilanjut puisi bersambung, nyanyi, kemudian penampilan MPR yang juga sangat menggelikan, dan akhirnya ditutup dengan penampilan yang mengharukan, ketika diingatkan tentang Bangsa Indonesia dan makna kita bersholawat.
Pukul 23.00  WIB waktunya istirahat. Semua beristirahat untuk menghimpun tenaga, karena esok hari masih ada kegiatan selanjutnya.
Pagi tiba...
Semua membuka mata, meski mata dan tubuhnya tak ingin beranjak dari tempat tidur. Karena disana begitu dingin. Pagi itu diawali dengan Shalat Subuh, dilanjutkan senam dan makan pagi. Dan acara inti, Outbond.  Games pertama yaitu balap kardus. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bertanding. Mereka harus membuat estavet kardus untuk dilalui sampai ke garis finish. Alhasil banyak juga peserta yang jatuh terjermbab karena kardus tak muat untuk mereka berpijak. Games kedua, tebak gaya. Peserta harus menebak gaya dari temannya yang telah diberika clue oleh panitia. Saat paling aneh adalh ketika mereka memperagakan suatu gerakan yang aneh dan dengan jawaban yang aneh pula. Sehingga sontak membuat penonton tak henti-hentinya tertawa. Sampai para MPR pun turut mengikuti permainan ini. setelah dirasa cukup lelah, permaina diakhiri dan dilanjutkan dengan pembagian doorprize dari MPR. Disini seluruh peserta dari pengurus 2015 diberi tantangan. Ada tantangan menirukan gaya “Sentiri sentir no no no” nya MPR 2014, ada menjawab pertanyaan, sampai adegan ngegombalin salah satu MPR 2014. Semua ada disana, keceriaan dan keseruan tak henti-hentinya menyeruak. Setelah itu dilanjutkan dengan tukar kado antar pengurus.
Hampir selesai...
Waktunya Ishoma dan pulang. Kembali menempuh perjalanan terjal, turunan, tanjakan. Bagaikan roda kehidupan yang senantiasa ada naik, turun dan landai. Setelah menempuh perjalanan untuk sampai di bawah, selanjutnya Sholat Ashar, dan pulang..
Diatas truk, selama perjalanan seluruh peserta menghilangkan kepenatan, rasa lelah dan semua rasa tak enak dengan cara bernyanyi. Entah sudah berapa lagu yang telah dinyanyikan. Rasanya, senaaaangg sekali...
Upgrading kali ini, Up !! Up !! Up !!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta