Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Unnes Bersholawat 2015







“Perkokoh Harmoni NKRI Dengan Sholawat Dan Konservasi Budaya” itulah rangkaian kata yang menjadi tema pada kegiatan Unnes Bersholawat 2015 dalam rangka Dies Natalis Unnes Ke-50. Acara yang diselenggarakan pada Jumat malam (24/04) kemarin dihadiri oleh Rektor Unnes, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. beserta jajaran lembaga di Civitas Akademika Unnes, Habib Umar Al Muthohar dari Semarang, Habib Zainal Abidin dari Pekalongan, dan segenap tamu undangan dari tokoh masyarakat di sekitar  Gunungpati, Semarang.

Hujan yang mengguyur malam itu tidak menghentikan antusias para tamu Rasulullah untuk mencari ilmu sembari bersholawat. Acara yang juga menghadirkan Grup Sholawat Al-Munsyidin  asal Pekalongan itu berhasil menarik perhatian para mahasiswa Unnes, masyarakat Sekaran, dan tidak sedikit rombongan dari luar Sekaran yang berbondong-bondong untuk menghadiri acara tersebut.

Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap mahasiswa Unnes yang tidak hanya cerdas namun juga cinta terhadap Shalawat, seperti yang tercantum dalam ayat Al-Quran yang dikutip oleh beliau yang artinya bahwa “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” dengan dibacakan ayat tersebut, Beliau menghimbau agar mahasiswa Unnes senantiasa cinta terhadap shalawat.

“Untuk memupuk rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad S.A.W” itulah tujuan dari kegiatan Dzikro Maulidurrosul yang disampaikan oleh Kyai Abdullah Sa’ad yang berkesempatan menyampaikan Mauidhotul Khasanah menggantikan Habib Luthfi yang berhalangan hadir pada saat itu. “Yang patut kita cintai adalah Rosulullah, Muhammad S.A.W adalah satu-satunya manusia yang komplit pada diri Beliau, dalam diri Beliau terdapat syarat-syarat untuk dicintai oleh orang lain“ wasiatnya kepada pengunjung agar senantiasa cinta kepada Rosullah SAW.

Tak ketinggalan ceramah kocak khas Habib Umar Al Mutohar membuat suasana malam itu penuh tawa. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan prihatinnya terhadap hal-hal yang terjadi akhir-akhir ini. Diselingi dengan canda khasnya, beliau mengharapkan agar munculnya orang-orang yang berpotensi dari kalangan mahasiswa untuk mengisi kepemimpinan di negeri ini.


Acara tersebut ditutup dengan pemberian tasbih dari Habib Umar Al-Mutohar kepada Rektor unnes. Habib Umar Al-Muthohar memberikan sebuah akronim untuk memberikan arti kata “tasbih” yang berarti “Netes Kabeh” (Menetas semua). Harapannya agar seluruh mahasiswa Unnes kelak menjadi manusia-manusia yang  netes / berhasil. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta