Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Menjadi Manusia Super dengan Meniru Manusia Super (oleh: Habib Rizal Bin Syahab)


Tausyiah yang beliau ungkapkan kali ini agak menggelitik, karena membahas sedikit tentang nama-nama yang agak aneh dan tidak umum di kalangan masyarakat kita.

“Menyikapi masalah nama yg agak aneh, akhir-akhir booming kayak nama “Tuhan”, “Syaiton”,dll. Memang nama-nama tersebut ada di dalam Al Qur’an, namun tidak semua yang ada di dalamnya itu bagus, dalam artian bagus untuk sembarang dijadikan nama. Makanya janga asal nyuplik (Jawa: mengutip) tanpa tau makna & tanpa adanya seoorang guru yang mendampingi dalam belajar Al Qur’an. Begitulah kalau kita berjalan tanpa adanya guru. Bagaikan berjala di kegelapan, kabeh ditabraki (semua ditabrak).”
Yang kedua, ada sebuah fakta mengenai “tempe”. Sebenarnya ini sebuah lelucon yang beliau balut menjadi cerita yang apik dan mudah dipahami oleh kita sebagai manusia yang awam.
“Sebuah penelitian membuktikan bahwa tempe lebih menimbulkan bludrek (Jawa: pusing bercampur emosi tak karuan) dibandingkan dengan daging kambing. Lho,kok bisa ? Hal ini didasarkan pada sebuah survei yang dilakukan di sebuah penjara. Ceritanya begini: ada 2 bilik di dalam penjara tersebut, bilik 1 diberi makan tempe setiap hari dengan racikan yang berbeda-beda, begitupun bilik 2 diberi makan dengan daging kambing setiap hari dengan olahan yang berbeda-beda. Di hari terakhir percobaan, bilik 1 (yang diberi tempe) agak telat diberikan makanan, akhirnya, dibantinglah piringnya. Karena apa ? ya karena tiap hari lauknya tempe melulu.
Jadi intinya adalah,hidup itu harus bervariatif, agar bergairah dalam menjalani hidup ini.”
Yang ketiga menyikapai masalah makan. Dimana istilah makan-memakan terlihat sepele,tapi tirulah cara makan Rasulullah. Beliau tidak pernah makan makanan yang panas dan masih mengepul asapnya, karena hal itu dapat menjadi pemicu timbulnya sariawan, menghindarinya juga dapat membebaskan diri dari penyakit diabetes. Rasul akan makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang. Dengan meniru Rasul hidup akan teratur, sehat. Itu baru meniru cara makannya beliau saja, belum yang lain-lainnya. Selain itu kita juga akan mendapatkan pahala sunnah. Jadi, makan aja dapet pahala. Tau nggak, kalau di Barat ada Superman, Batman, Spiderman, kita punya Muhammad, seorang manusia super. Insya Allah kalau kita meniru Rasul, kita juga akan ketularan super.”
Semoga yang kita lakukan adalah hal yang disukai oleh Allah & Rasul. Aamiin




Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta