Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Silaturahmi UKM Remo bersama Re-G (Remo PGSD)

tari sufi, rebana modern, maulid goes to ngaliyan
Tarian Sufi (sema) oleh Bapak Yasir menambah syahdu kebersamaan Remo dan Re-G (Remo PGSD) di Ngaliyan... Banyak sekali makna dan filosofi dibalik tarian sufi, diantaranya yaitu menggapai kesempurnaan dalam iman, menghapuskan nafsu, ego dan lain sebagainya...

Ngaliyan, 12/03/2016 – Tepatnya pada hari sabtu, para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern Unnes dan beberapa MPR adalah hari perdana di mana dalam kepengurusan baru ini mereka pergi bersilaturahmi ke PGSD Unnes Ngaliyan. Silaturahmi ke PGSD Ngalian sebenarnya adalah bagian dari program kerja Divisi DKM dan Dakwah, yaitu Pelatihan Rebana PGSD juga dibarengi dengan Maulid Goes To Ngaliyan. Program kerja ini dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Tujuannya yaitu meningkatkan skill rebana PGSD, menyambung dan mempererat silaturahmi keluarga besar UKM REMO yang berada di Ngaliyan, dan tentunya juga untuk mensyiarkan Islam beserta rutinan maulid di kampus PGSD Ngaliyan.

Tepat pukul 14:00 WIB para pengurus berangkat dari Unnes sekaran menuju ngalian, dan sekitar pukul 14:30 WIB lebih akhirnya sampai ke tempat tujuan. Sembari menunggu para MPR dan pengurus yang belum sampai. Sambutan pembukaan dimulai dengan perkenalan dan pelatihan para pengurus dan anggota UKM REMO yang ada di Ngaliyan. Sampai waktu sholat Isya’ tiba, panggilan Adzanpun datang. Percikan air wudlu pun terjun bebas dan membasahi para hambanya yang akan sholat berjamaah bersama.

Selesai sholat berjamaah, Para pengurus pun bergegas bersiap untuk menyerukan dan mengguncangkan sholawat ditanah kampus Ngaliyan. Tidak tanggung-tanggung, besar sekali antusias mereka keluarga besar UKM REMO yang hadir mengikuti acara Maulid Goes To Ngaliyan. Ternyata tidak banyak yang tau jika akan hadir juga bapak Pembina UKM REMO yaitu bapak Yasir. Beliau datang  dan membaur bersholawat bersama anak dan istri tercinta saat sebelum mahalul qiyam. Tidak sampai disitu bapak Yasir juga sangat antusias sekali terbukti saat tabuhan balasik berirama beriringan bersama alat rebana lainnya. Bapak Yasir menunjukan kepiawaiannya menarikan tarian berputar-putar yang berasal dari Anatolia, Turki yang sering disebut dengan tarian sufi (sema). Banyak sekali makna dan filosofi dibalik tarian sufi, diantaranya yaitu menggapai kesempurnaan dalam iman, menghapuskan nafsu, ego dan lain sebagainya.

Sungguh bapak Yasir adalah sosok tauladan yang baik, sebagai seorang Staf Ahli Rektor, sebagai seorang ayah bagi keluarganya beliau juga menjadi menjadi sosok ayah bagi keluarga besar UKM REMO. Walaupun dengan kesibukannya yang sangat luar biasa beliau masih menyempatkan hadir untuk anak-anaknya bersholawat bersama dan juga memberikan tausyiahnya. Salah satu tausyiahnya yaitu dalam Hidup tidak hanya cukup sholat berdoa dan mengaji saja, tetapi beliau menyerukan untuk senantiasa bersholawat kepada nabi Muhammad SAW. Beliau mengibaratkan ketika kita mengucapkan salam kepada sesama muslim hukumnya ialah sunnah, sedang wajib bagi mukmin yang menerima salam. Begitu juga dengan bersholawat, ketika kita bersholawat maka hukumnya adalah sunnah dan Insyaallah nabi Muhammad SAW akan menjawab salam kita karena itu adalah sebuah kewajiban bagi nabi Muhammad SAW untuk menjawabnya.

Bukan hanya itu saja, salah satu sambutan dari bapak staf ahli rektor itu Insyaallah beliau berniat akan  mengusahakan untuk mengajukan dana dalam rangka membeli alat rebana baru untuk UKM REMO di Ngaliyan, karena disana mereka belum memiliki alat-alat rebana sendiri. Melainkan mereka harus meminjam agar bisa latihan dan bermaulidan bersama.

Banyak sekali nilai-nilai tausyiah yang bisa kita petik, tetapi karena waktu yang sudah hampir menunjukkan adzan magrib. Akhirnya usai sudah maulidurrosul bersama di Ngaliyan. Seusai sholat magrib semua keluarga UKM REMO berkumpul untuk menyampaikan kesan, pesan dan perasaan hati yang larut bagai manisnya madu yang takkan pahit ditelan zaman. Dan dari semua perjalanan tersebut akhirnya usai sudah pertemuan dan silaturrahmi waktu itu yang diakhiri dengan mengabadikan momen dalam sebuah album foto bersama.

Singkat memang walaupun ditulis menjadi sebuah cerita dalam secarik kertas, tapi apadaya penapun sudah tidak mampu menuliskan indahnya kebersamaan itu karena waktu telah merenggut tinta yang sudah terisi penuh sebelumnya. Semoga di waktu mendatang pena ini akan bisa menuliskan lagi harmonisnya kebersamaan keluarga besar UKM REMO di Ngaliyan di dalam rangka Maulid Goes to Ngaliyan jilid 2. Aminn ya robbal ‘alamin. Salam UKM REMO “CINTA INDONESIA CINTA SHOLAWAT”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta