Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Kemenangan hakiki dihari yang suci

  
     Tak terasa satu bulan penuh kita telah melewati bulan Ramadhan, bulan nan suci dan penuh barokah, InsaAllah. Dalam jangka waktu itu kita masih diberi kesempatan untuk bertemu denganya, menjalani indah hari-hari bersamanya, menikmati hembusan udara di setiap malamnya,  terlebih untuk berbuat amal kebajikan serta meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita menjadi insan yang lebih baik lagi.
     Yaa, semua kenikmatan, ampunan juga keistimewaan menjadi satu didalamnya. Tak ada bulan yang lebih indah dari bulan Ramadhan. Lantas kiranya ikhlaskah kita untuk perpisah dengannya? Apakah kita termasuk golongan orang-orang yang merindukan kehadiran bulan Ramadhan?. Jika iya, InsyaAllah kita memenuhi kategori ciri-ciri insan yang bertaqwa.
     Terlepas dari itu semua kita juga patut berbahagia, berbangga hati dan berlimpah syukur. Tiga puluh hari berlalu, kini sampailah kita dipenghujung bulan nan mulia ini, bahkan sadarkah jika kalian sudah sampai di malam pertama bulan Syawal?. Yaaa begitulah, Ramadhan memang benar-benar telah pergi meninggalkan kita.
     Adapun hal yang patut kita renungkan di akhir Ramadhan ini yaitu amalan yang telah kita lakukan selama ini. Amalan yang dilakukan seharusnya bukan semata-mata berakhir setelah bulan Ramadhan ini berakhir. Yang diharapkan yaitu meningkatlah keimanan kita, ketaqwaan kita, serta kecintaan kita pada-Nya, Rasul-Nya, dan agama-Nya. Serta tak luput dibarengi dengan hati yang ikhlas dan tulus. Sami’na wa atho’na, ya begitulah kata orang-orang beriman. Seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir Radiallahu ‘Anhu : “Yakni mendengar firman-Mu, ya Tuhan kami, dan kami memahaminya; Dan kami menegakkan serta mengerjakan amal sesuai dengannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, juz 3 Qs. Al Baqarah:258). Mendengarkan apa yang difirmankan Allah dan memahaminya, lalu mengerjakan apa yang diajarkan atau diserukan didalam firman Allah tersebut adalah ciri orang beriman.
     Koko, sarung, gamis serta barang-barang sejenisnya yang serba baru bukan menjadi tolak ukur sebuah kemenangan dihari yang fitri ini. Akantetapi  keistikomahan dalam beribadah serta kesucian hatilah  yang membuktikan bahwa dialah pemenang sejati. Insan mulia disisi-Nya serta disegani sesama makhluk-Nya. Bermanfaat bagi sesama dan berbagi kebahagiaan itulah tanda orang yang menang, orang yang beruntung, dan orang yang memperoleh kemenangan hakiki dihari nan suci 1 Syawal 1438 H. Ya,  “Hari Raya Idul Fitri”.
     Selain itu karena tak ada gading yang tak retak dan tak ada manusia yang luput dari secuilpun dosa, olehkarena itu kami segenap keluarga UKM Rebana Modern UNNES mengucapkan :
               “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, taqobbalallahu minna wa minkum” Barakallahu Fiikum.
     Semoga amalan dan puasa kita diterima dan disempurnakan Allah SWT, dan kita diizinkan berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang dengan kualitas iman yang lebih baik. Aamiin aamiin aamiin Ya Rabbal ‘Alaamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta