Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Hablum Minallah saja, Cukupkah?



Di dunia ini kita berpegang teguh dengan keyakinan bahwa Allah itu ada, Allah itu Esa. Islam mengajarkan bahwa kita harus taat kepada ketentuannya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya. Memang benar hubungan kita dengan Allah harus kita jaga sebaik mungkin dan sedekat mungkin. Lantas cukupkah kita hidup di dunia ini dengan menjaga hubungan kita kepada Allah SWT saja?. 

Padahal dalam islam mengajarkan keseimbangan, maksudnya meski kita hidup di dunia hanya sesaat. bahwa didunia ini manusia jika dalam bahasa jawa "urip mung mampir ngombe" maksudnya yaitu manusia hanya singgah untuk minum atau mencari bekal untuk di akhirat akan tetapi Islam sama sekali tidak menafikan kebutuhan duniawi kita.

Islam tidak memerintahkan kita untuk melulu soal membaca Al-Qur'an, ibadah puasa maupun sholat wajib apalagi ibadah sunnah. Lantas bagaimana?? maka dari itu, islam merupakan agama yang indah, islam adalah agama yang luas. Islam bukan hanya tentang hubungan kita kepada Allah SWT tetapi kepada sesama manusia. Islam mengenal Hablum Minallah dan Hablum Minannas.

Di dunia manusia tidak hanya hidup sendiri, tetapi hidup berkoloni, manusia itu juga hidup diantara makhluk-makhluk Allah SWT yang lain. pertanyaan berkutnya adalah, apakah manusia perlu untuk menjaga hubungan mereka kepada sesama? Jangan berfikir bahwa hanya menjaga hubungan kita kepada Allah SWT akan disayang, diampuni dosa kita, ataupun diridhoi olehnya. Sebaik-baik kita menjaga hubungan tersebut akan sia-sia tanpa kita juga menjaga hubungan kita kepada Allah.

Hablumminallah dan Hablumminannas merupakan suatu hal yang tak bisa dipisahkan, menjadi satu kesatuan dan akan selalu berhubungan satu sama lain sampai kapanpun.

Tahukah kalian ibadah yang disukai oleh Allah SWT?. bukan ibadah sholat kita, bukan juga ibadah puasa kita ataupun ibadah dzikir kita kepada Allah SWT, karena semua itu tidak lain adalah ibadah untuk kita sendiri. Tetapi ibadah yang disukai oleh Allah SWT adalah orang yang paling bermanfaat kepada sesamanya.

Ketika ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah. Lalu ia bertanya: wahai Rasulullah, siapa orang yang paling dicintai oleh Allah? Dan apa amalan yang paling dicintai oleh Allah? Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أحبُّ الناسِ إلى اللهِ تعالى أنفعُهم للناسِ وأحبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ يُدخلُه على مسلمٍ أو يكشفُ عنه كُربةً أو يقضي عنه دَينًا أو يطردُ عنه جوعًا ولأن أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ أحبُّ إليَّ من أن أعتكفَ في هذا المسجدِ ( يعني مسجدَ المدينةِ ) شهرًا ومن كفَّ غضبَه ستر اللهُ عورتَه ومن كظم غيظَه ولو شاء أن يمضيَه أمضاه ملأ اللهُ قلبَه رجاءَ يومِ القيامةِ ومن مشى مع أخيه في حاجةٍ حتى تتهيأَ له أثبت اللهُ قدمَه يومَ تزولُ الأقدامُ
manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati seorang mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan lamanya. Dan siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi auratnya. Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat. Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka” (HR. Ath Thabrani 6/139, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/575).
Lantas masih cukupkah kita hidup hanya Hablum Minallah sedang Allah memerintahkan kita untuk memberikan manfaat untuk manusia lain?. Jangan mencintai lebih diantara salah satunya saja, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Apalagi sampai menggalkan salah satunya.

Mari jaga hubungan kedua tersebut sebaik mungkin dan seimbang mungkin. Taat kepada Allah SWT itu tentu, membuat saudara kita bahagia itu harus.
salam UKM REMO
Cinta Indonesia Cinta Sholawat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta