Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Awali Belajarmu Dengan Niat yang Tepat!

Sumber foto: jalandamai.org

Seorang mahasiswa yang baik dalam menjalankan amanah hendaknya mengawali segala sesuatunya dengan niat karena Allah. Termasuk dalam menjalankan kewajibannya yaitu belajar. Belajar bukan hal yang sepele dan hanya diperuntukkan siswa kalangan SD, SMP, SMA sederajat jika hendak menghadapi ujian saja. Seorang mahasiswapun juga harus belajar, karena belajar tak mengenal usia dan kasta. Dalam belajar harus diawali dengan niat yang tepat, karena niat adalah inti dari segala sesuatu. Nabi SAW bersabda:
إنماآلإعمالبالنيات
 “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung dari niatnya.” (Hadits Sahih)
Diriwayatkan dari Rasulallah SAW : “Berapa banyak amal perbuatan yang berupa amalan duniawi menjadi amalan akhirat karena niat yang baik, berapa banyak amalan yang kelihatannya seperti amalan akhirat menjadi amalan duniawi karena niat yang buruk.”
Hendaknya seorang mahasiswa berniat dalam menuntut ilmu adalah untuk mencari ridha Allah, sebagai bekal di akhirat, untuk membasmi kebodohan dari dirinya dan orang lain, menghidupkan agama dan menegakkan islam karena islam akan tegak dengan ilmu, selain itu tidak dibenarkan zuhud dan takwa yang disertai dengan kebodohan.
Ustadz Syaikh Al Imam yang besar Burhanuddin penulis kitab Al Hidayah membawakan bait syair gubahan salah seorang ulama :
Ø  Merupakan kerusakan yang parah seorang alim yang lancang. Dan yang lebih parah darinya orang bodoh yang pura-pura rajin ibadah.
Ø  Keduanya fitnah yang besar di alam semesta. Bagi orang yang berpedoman pada keduanya dalam urusan agama.
Seorang mahasiswa hendaknya berniat dalam menuntut ilmu untuk mensyukuri nikmat akal dan tubuh yang sehat, bukan berniat untuk mencari perhatian orang lain atau memperkaya diri dengan materi duniawi atau kedudukan dihati pemimpin dan lain sebagainya.
Muhammad bin Al Hasan Rahimahullah berkata : “Andaikan seluruh manusia menjadi budakku, pasti akan aku bebaskan mereka dan aku akan melepas seluruh hak wala’ (warisan dari budak) mereka.”
Hal ini disebabkan orang yang mendapatkan lezatnya ilmu dan nikmat untuk mengamalkannya jarang sekali menginginkan apa yang dimiliki orang lain.
Syaikh Al Imam yang besar ustadz Qiwamuddin Hammad bin Ibrahim bin Ismail Ash Shafar Al Anshari menuturkan bait gubahan Abu Hanifah Rahimahullah :
Ø  Barangsiapa yang mencari ilmu untuk akhiratnya ia akan mendapat banyak petunjuk.
Ø  Betapa ruginya orang yang mencarinya dengan tujuan memeroleh kedudukan di hati manusia.
Tetapi bila ia mencari kedudukan itu dengan tujuan untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, membela kebenaran dan memuliakan agama bukan untuk kepentingan pribadi, maka hal itu diperbolehkan dan sekedar untuk menegakkan amar ma’ruf serta nahi munkar hendaknya seorang penuntut ilmu memikirkan hal ini karena ia menuntut ilmu dengan susah payah jangan sampai ia mengarahkannya pada tujuan duniawi yang hina dan fana.

Nah begitulah bagaimana niat kita seharusnya dalam menuntut ilmu, seperti yang tertuang dalam kitab ta’lim muta’llim karya Imam Burhanul Islam Azzarnuji. Mahasiswa hendaknya tidak menghinakan dirinya dengan menginginkan sesuatu yang tidak pantas didambakan, juga harusnya bisa menjaga diri dari segala sesuatu yang dapat merendahkan ilmu. Kita boleh menuntut ilmu setinggi-tinggi kita bisa, akantetapi satu hal yang harus dijaga adalah sikap rendah hati (tawadhu’). Selamat memperbaiki niat untuk menuntut ilmu, salam hangat UKM Remo.. J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta