Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Rapat Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern UNNES Periode 2019

Eksistensi Rebana ditengah kemajuan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS)


Salam hangat untuk kalian para pecinta sholawat, semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian semua, aamiin...

Beberapa dekade belakangan ini dunia begitu cepat melakukan evolusi. Tidak hanya dalam bidang tertentu saja, akan tetapi disemua bidang kehidupan. Baik itu bidang ekonomi, sosial, pendidikan, pengetahuan, kesehatan bahkan kesenian sekalipun. Segalanya telah berkembang dengan begitu pesatnya. Bahkan sudah tertera jelas dalam Al- Quran Allah SWT berfirman bahwa :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya : “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati(kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.” (QS. Al-Baqarah : 164)

Dikutip dari http://www.bacaanmadani.com ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa Allah SWT telah menciptakan langit dan bumi beserta segala yang ada di dalamnya yang dapat kita saksikan ketinggiannya, keindahannya, keluasannya, kemanfaatannya. Seperti di langit dengan 100 miliar galaksi, dimana setiap galaksi terdiri dari 100 miliar bintang. Begitu pula di bumi Allah telah menciptakan segala benda-benda di dalamnya untuk keperluan manusia seperti gunung-gunung yang penuh dengan bebatuan, hutan belantara yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan. Begitu pula di laut yang penuh ikan dan makhluk hidup di dalamnya, air yang begitu luas dapat dipakai transportasi manusia. Angin dan udara yang senantiasa sangat dibutuhkan oleh manusia baik untuk kehidupan diri maupun digunakan sebagai energi. Segala yang diciptakan Allah di alam ini sebagai rahmat dan rahman-Nya, namun kadang-kadang berubah rahmat itu menjadi bencana agar manusia kembali kepada yang benar dan mensyukurinya.

Abad kali ini menjadi saksi perkembangan zaman yang melaju seperti roket. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu beberapa tahun saja bermunculan teknologi baru nan canggihnya bukan main. Seperti contoh dalam bidang komunikasi, abad sebelum masehi orang berkomunikasi hanya mengunakan bunyi-bunyian yang didapatkan dari dua benda yang saling di hentakkan selain itu beberapa suku ada yang menggunakan asap dan sejenisnya. Lalu munculah telegraf, telephon, telegram, walkie talkie, Handphone, hingga saat ini yang kita pakai i-phone, smartphone da sejenisnya. Begitu luar biasa perkembangannya.

Di zaman yang semakin milineal ini, eksistensi musik rebanapun tak kalah berkembang. Di Indonesia khususnya, musik rebana biasanya banyak dilestarikan oleh kalangn santri-santri di pondok pesantren. Bahkan banyak kita temui grup-grup hadrah yang cukup memiliki nama dihati masyarakat Indonesia. Tak hanya itu, bahkan seiring berkembangknya model kesenian, kini sholawatan dapat dipadupadankan dengan musik-musik remaja hits masa kini. Sehingga semua kalangan dapat menikmati. Dan yang lebih pentingnya adalah semua kalangan dapat bersama-sama bersholawat kepada Junjungan besar Nabiyullah Muhammad SAW.

Apalagi seperti kita ketahui saat ini bahwa seni khususnya musik, semakin terus berkembang menunjukkan popularitasnya, ditambah lagi globalisasi yang membuat dunia ini benar-benar tanpa batas.segala jenis aliran musik, seperti rock, pop, dangdut, hingga musik keroncongan pun bisa bebas keluar masuk disetiap negara. Penikmat musik mungkin jarang meneroka lebih jauh tentang bagaimana syair dan isi lagu yang mereka dengar. Sebagian penikmat musik lebih cenderung tertarik dengan nada, melodi, irama, dan bunyinya. Padahal tanpa mereka sadari belum tentu musik yang mereka dengar itu sesuatu yang baik untuk didengungkan setiap saat.


Rebana merupakan suatu trobosan untuk kita agar kita tetap bisa mendengarkan musik selain itu kita juga bersholawat. Disamping kita mendengar musik untuk ”memberi makan” telinga, kita juga InsyaAllah mendapat pahala dari Allah SWT. Rebana juga bukan sesuatu yang kolot dan harus ditinggalkan. Kini banyak pemain rebana yang mengaransemen lagu-lagu rebana menggunakan musik modern. Sehingga tetap sesuai dengan perkembangan zaman, dan untuk kalian para remaja yang hits dan kekinian kalian bisa tetap gaul disamping kalian juga bersholawat kepada Rasulullah SAW. So, masih takut nggak gaul gegara ndengerin musik rebana?!!! . (AS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

72 Tahun Indonesia Merdeka, ini Logo dan Maknanya!

Logo 72 Tahun HUT Republik Indonesia Pemerintah melalui kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan logo dan tema dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Indonesia. makna logo dan tema dapat diunduh disitus setneg.go.id dan juga situs kemdikbud.go.id. Kebersamaan, merupakan tema yang diangkat sebagai semangat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia kali ini, sebuah suatu esensi tersendiri dari tema tersebut. Masyarakat diharapkan dari semboyan tersebut dapat kembali bersama-sama bergotong royong dan bersatu dalam perbedaan dan berjuang menjadi masyarakat yang terhormat. Logo "72 Tahun Indonesia Kerja Bersama" menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka "7" pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka "2" pada lo...

Mengenal Remo Lebih Dekat “Menilik Kembali Sejarah Berdirinya UKM Remo Unnes”

Remo (Rebana Modern) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berdiri secara resmi pada 19 April 2011 yang dipelopori adanya aspirasi, minat dan bakat mahasiswa khususnya dalam bidang seni rebana. Menurut salah satu pelaku sejarah berdirinya UKM Rebana Modern, Mas Wawan Fatkhurrohan menuturkan bahwa sebenarnya cikal bakal organisasi ini sudah ada sejak beberapa  tahun yang lalu. Hanya saja dulu masih berbentuk perkumpulan atau komunitas rebana dan belum berbentuk dalam wadah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti sekarang ini. Beberapa upaya yang dilakukan untuk membuat komunitas rebana ini menjadi sebuah UKM, yang pertama yaitu konsolidasi dengan Presiden Mahasiswa pada periode 2010-2011, yang kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan organisasi ini. Pada tanggal 11 April 2011 diadakan rapat untuk menentukan kepengurusan awal organisasi. Upaya selanjutnya adalah membuat program kerja awal yaitu rapa...

UKM Remo with UKM JQH Al Mizan (Turing : Silaturahim dan Sharing-Sharing)

Alhamdulillahirobbilalamiin… TURING – UKM Remo telah berkunjung ke Yogyakarta untuk melaksanakan acara Turing (Silaturahim dan Sharing-Sharing) ke UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu (19/11/16) ini bertujuan untuk silaturahim sekaligus saling sharing, berbagi mengenai kondisi dan keadaan, serta bagaimana pengelolaan sebuah UKM bidang islami yang ada di masing-masing kampus. UKM JQH Al Mizan yang secara usia lebih dulu ada sebelum UKM Remo menjadi alasan mengapa UKM Remo memilih JQH Al Mizan sebagai kunjungannya. UKM JQH Al Mizan bukan hanya bergerak di bidang seni sholawat, namun juga seni islami lain. Semoga dengan diadakannya Turing ini bisa menambah tali kekeluargan antara UKM Remo dengan UKM JQH Al Mizan. Amiinnn…. UKM Rebana Modern Unnes Turing 2016 UKM Remo Unnes & UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta